Tampilkan postingan dengan label Cyber Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cyber Life. Tampilkan semua postingan

Model & Standar Profesi IT Di Indonesia Dan Regional

03.01 Add Comment
Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. 

Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.
Gambar 1. Implementasi Standardisasi Profesi bidang TI di Indonesia

Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai beriku :
  • Penyusunan kode etik profesiolan Teknologi Infomrasi
  • Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
  • Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
  • Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
  • Penerapan mekanisme re-sertifikasi
Promosi Standard Profesi Teknologi Informasi
Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :
  • Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok.pada bulan Juli 1996.
  • Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997
  • Presentasi tiap negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.
Untuk memasyarakatkan stardisasi profesi dan sistem sertiikasi ini, maka harus dilakukan lebih banyak promosi dalam penyebaran standard kompetensi. Promosi akan dilakukan melalui radio, majalah, atau bahkan TV. Terlebih lagi, adalah penting untuk mempromosikan standard ini ke pada institusi pendidikan, teurtama Bagian Kurikulum, karena pendidikan Teknologi Informasi harus disesuaikan agar cocok dengan standard yang akan diterapkan dalam industri.
Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.

Gambar 2. Promosi model SRIG-PS

Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.
  • Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
  • Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
  • Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
  • Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
  • Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :
  • Publikasi dari Standard Profesional Regional diterbitkan di seluruh negara anggota
  • Presentasi secara formal di tiap negara anggota.
  • Membantu implementasi standard di negara-negara anggota
  • Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/Ikatan nasional
  • Melakukan evaluasi dan pengujian
  • Melakukan perbaikan secara terus menerus
  • Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standard ini.
Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :
  • Biaya publikasi : disain, percetakan dan distribusi
  • Presentasi formal di negara anggota
  • Membantu implementasi standar di negara anggota
  • Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman
Adalah penting untuk menyusun WEBpage mengenai Standardisasi Profesi pada Teknologi Informasi. WEBpage ini akan memberikan informasi mengenai model SRIG-PS dan model standard di Indonesia.
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia.

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.

Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.

Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.

Gambar 3.Model Interaksi Sistem Sertifikasi Profesional TI

Sertifikasi sebaiknya dilaksanakan oleh IPKIN sebagai Asosiasi Komputer Indonesia. Pemerintah diharapkan akan mengakui sertifikat ini, dan memperkenalkan dan mendorong implementasinya di industri. Dalam mengimplementasikan mekanisme sertifikasi, beberapa badan perlu dibentuk
  • Badan Penguji harus dibentuk dan institusi pendidikan sebaiknya dilibatkan dalam mekanisme ini. Hal ini perlu karena institusi pendidikan memiliki pengalaman dalam memberikan ujian.
  • Panitia Persiapan Ujian, mempersiakan kebutuhan administrasi, pendaftaran, penjadwalan, pengumpulan maeri ujian.
  • Pelaksana Ujian, mempersiapkan tempat ujian dan melaksanakan ujian. Menyerahkan hasil ujian kepada Badan Penguji untuk diperiksa, mengolah hasil dan memberikan hasil kepada IPKIN
  • Pelaksana akreditasi training centre, untuk kebutuhan resertifikasi maka perlu dibentuk badan yang melakukan penilaian terhadap pelaksana pusat pelatihan, tetapi hal ini baru dilaksanakan setelah 5 tahun sistem sertifikasi berjalan,.
  • Pelaksana resertifikasi, hal ini mungkin baru dapat dilaksanakan setelah 5 tahun setelah sistem sertifikasi berjalan dengan baik
Kerja sama antara institusi terkait dikoordinasikan. IPKIN sebagai Asosiasi Profesi dapat memainkan peranan sebagai koordinator.
Dalam pembentukan mekanisme sertifikasi harus diperhatikan beberapa hal yang dapat dianggap sebagai kriteria utama:
  • Sistem sertifikasi sebaiknya kompatibel dengan pembagian pekerjaan yang diakui secara regional.
  • Memiliki berbagai instrument penilaian, misal test, studi kasus, presentasi panel, dan lain-lain.
  • Harus memiliki mekanisme untuk menilai dan memvalidasi pengalaman kerja dari para peserta, karena kompetensi profesional juga bergantung dari pengalaman kerja pada bidang tersebut.
  • Harus diakui pada negara asal.
  • Harus memiliki silabus dan materi pelatihan, yang menyediakan sarana untuk mempersiapkan diri untuk melakukan ujian sertifikasi tersebut.
  • Sebaiknya memungkinkan untuk dilakukan re-sertifikasi
Sebagai kriteria tambahan adalah :
  • Terintegrasi dengan Program Pengembangan Profesional
  • Dapat dilakukan pada region tersebut.
Dalam hal sertifikasi ini SEARCC memiliki peranan dalam hal :
  • Menyusun panduan
  • Memonitor/dan bertukar pengalaman
  • Mengakreditasi sistem sertifikasi, agar mudah diakui oleh negara lain anggota SEARCC
  • Mengimplementasi sistem yang terakreditasi tersebut

Jenis-jenis Profesi Dan Deskripsi Dibidang IT

02.51 2 Comments
Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang IT atau Teknologi Informasi. Perkembangan dunia IT telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas.

Munculnya bidang IT yang baru juga memunculkan profesi di bidang IT yang semakin menjurus sesuai dengan keahlian masing-masing.

Berikut ini merupakan aneka profesi di bidang IT yang perlu kamu ketahui jika ingin berkecimpung di bidang pekerjaan IT atau Teknologi informasi.

  1. Programmer adalah orang yang membuat suatu aplikasi untuk client/user baik untuk perusahaan, instansi ataupun perorangan.

    Tugas :
    Membuat program baik aplikasi maupun system operasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.

    Kualifikasi :
    • Menguasai logika dan algoritma pemrograman
    • Menguasai bahasa pemrograman seperti HTML, Ajax, CSS, JavaScript, C++, VB, PHP, Java, Ruby dll.
    • Memahami SQL
    • Menguasai bahasa inggris IT

  2. IT Support merupakan pekerjaan IT yang mengharuskan seseorang bisa mengatasi masalah umum yang terjadi pada komputer seperti install software, perbaikan hardware dan membuat jaringan komputer. Profesi ini cukup mudah dilakukan karena bisa dilakukan secara otodidak tanpa memerlukan pendidikan khusus.

    Tugas:
    • Install software
    • Memperbaiki hardware
    • Membuat jaringan

    Kualifikasi:
    • Menguasai bagian-bagian hardware komputer
    • Mengetahui cara install program atau aplikasi software
    • Menguasai sejumlah aplikasi umum sistem operasi komputer
  3. Software Engineer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

    Tugas:
    Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software

    Kualifikasi:
    • Menguasai keahlian sebagai programmer dan system analyst
    • Menguasai metode pengembangan software seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll.

  4. Database Administrator adalah mereka yang memiliki keahlian untuk mendesain, mengimplementasi, memelihara dan memperbaiki database.

    Tugas:
    • Menginstal perangkat lunak baru
    • Mengkonfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator
    • Mengelola keamanan database
    • Analisa data di database

    Kualifikasi:
    • Menguasai teknologi database seperti Oracle, Sybase, DB2, MS Access serta Sistem Operasi
    • Menguasai teknologi server dan storage.

  5. Web Administrator adalah seseorang yang bertanggung jawab secara teknis terhadap operasional sebuah situs atau website.

    Tugas:
    • Menjaga kelancaran akses situs (instalasi dan konfigurasi sistem)
    • Merawat hosting dan domain
    • Mengatur keamanan server dan firewall
    • Mengatur akun dan kata sandi untuk admin serta user

    Kualifikasi:
    • Menguasai keahlian seorang programmer
    • Menguasai jaringan (LAN, WAN, Intranet)
    • Menguasai OS Unix (Linux, FreeBSD, dll)

  6. Web Developer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembangunan sebuah situs dengan konsep yang telah ditentukan.

    Tugas:
    • Menganalisa kebutuhan sistem
    • Merancang web atau situs (desain dan program)
    • Mengaktifkan domain dan hosting
    • Pemeliharaan situs dan promosi

    Kualifikasi:
    • Menguasai pemrograman web
    • Menguasai pengelolaan database
    • Mengerti domain dan hosting
    • Menguasai sistem jaringan

  7. Web Designer adalah mereka yang memiliki keahlian dalam membuat design atraktif dan menarik untuk situs serta design untuk kepentingan promosi situs secara visual.

    Tugas:
    • Mendesain tampilan situs
    • Memastikan tampilan gambar berfungsi ketika ditambahkan bahasa pemrograman

    Kualifikasi:
    • Menguasai HTML, CSS dan XHTML
    • Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator
    • Memiliki jiwa seni dan harus kreatif
    • Itulah aneka profesi di bidang IT yang sangat potensial untuk dijadikan karir ke depannya dan profesi di bidang IT ini mungkin saja akan semakin bertambah seiring berkembangnya dunia teknologi informasi sehingga kesempatan mencari lowongan kerja it atau sesuai bidang ini semakin terbuka lebar.

  8. Network Engineer adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
  9. Tugas :
    • Membuat jaringan untuk perusahaan atau instansi
    • Mengatur email, anti spam dan virus protection
    • Melakukan pengaturan user account, izin dan kata sandi
    • Mengawasi penggunaan jaringan

    Kualifikasi :
    Menguasai server, workstation dan hub/switch

  10. System Analyst adalah orang yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
    Tugas :
    • Mengembangkan perangkat lunak/software dalam tahapan requirement, design dan construction
    • Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan jenis bisnis customer
    • Membangun framework untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer Kualifikasi :
    • Menguasai keahlian sebagai programmer
    • Menguasai metode dan best practice pemrograman
    • Memahami arsitektur aplikasi dan teknologi terkini

Keuntungan dan Kerugian Open Source

10.29 Add Comment
Open Source sendiri menurut David Wheeler adalah program  yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan program untuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan penggandaan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya.

Mengapa lebih dianjurkan menggunakan software open source untuk membuat aplikasi?

Menurut saya pribadi karena software open source itu gratis dan mudah didapat sehingga kita tidak pusing untuk mulai menggunakannya. Tetapi tidak semua software open source yang gratis dapat dengan mudah didapatkan.

Alasan lain karena user memiliki kebebasan untuk mencampur dan mencocokan serta mengubah software sesuai yang diinginkan, serta membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja softwarenya dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software yang kita buat.

Selanjutnya, apa keuntungan dan kerugian software open source?

Keuntungannya:
  1. Ketersedian source code dan hak untuk memodifikasi
    Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru, agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.

  2. Hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code
    Hal ini merupakan titik perbedaan Open Source Software dengan Free Software. Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer ( pengembang ) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.
  3. Hak untuk menggunakan software
    Ini merupakan kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin ( jika software cukup berguna ) beberapa user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan berlangganan software. Hal ini juga membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan mungkin menggunakannya secara regler.

Kerugiannnya:
  1. Tidak ada garansi dari pengembangan
    Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
  2. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
    Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
  3. Kesulitan dalam mengetahui status project
    Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

Kesimpulan :

Software Open Source merupakan suatu software terbuka yang bisa digunakan, dikembangkan dan disebarluaskan tanpa harus diperjual-belikan. Ketersediaan aplikasi open source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah dan membutuhkan pengetahuan yang lebih tinggi dalam pengembangannya. Dengan dukungan sumber daya manusia yang baik, aplikasi open source akan lebih menjanjikan. Konsep Open Source adalah berdasarkan kebebasan user dalam menggunakan, pendistribusian dan lainnya serta software gratis ( tanpa biaya ).

Tugas 2 (Etika & Profesionalisme TSI )

Tugas 2 (Etika & Profesionalisme TSI )

02.45 Add Comment
Tulisan mengenai !
  1. RUU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
  2. UU No. 19 Tentang Hak Cipta serta contoh kasus
Jawab !
  1. RUU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
    UU ITE boleh disebut sebuah cyberlaw karena muatan dan cakupannya luas membahas pengaturan di dunia maya, meskipun di beberapa sisi ada yang belum terlalu lugas dan juga ada yang sedikit terlewat.

    Contoh hal-hal yang diatur pada UU ITE di Indoensia antara lain :

    1. Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional (tinta basah dan bermaterai).
    Sesuai dengan e-ASEAN Framework Guidelines (pengakuan tanda tangan digital lintas batas).

    2. Alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHP.

    3. UU ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar Indonesia yang memiliki akibat hukum di Indonesia.

    4. Pengaturan Nama domain dan Hak Kekayaan Intelektual.

    5. Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37):
    • Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan)
    • Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan)
    • Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Teror)
    • Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking)
    • Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi)
    • Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi Rahasia)
    • Pasal 33 (Virus, DoS)
    • Pasal 35 (Pemalsuan Dokumen Otentik / phishing)

    Di era digital dan internet seperti sekarang ini, UU ITE sangat penting untuk mendukung lancarnya kegiatan yang dilakukan via Internet. Banyak kasus pencurian dan kriminal terjadi lewat internet namun tidak semua dapat dituntaskan. UU ITE ini sebagai upaya pemerintah untuk menjamin keamanan transaksi elektronik.

    Namun banyak pihak berpendapat bahwa UU ini telah jauh melenceng dari misi awalnya yang hendak melindungi perdagangan dan transaksi elektronik. UU ITE malah melangkah jauh dengan mencampuri hak-hak sipil yang merupakan bagian dari kebebasan dasar yang harus dapat dinikmati oleh setiap orang yaitu kemerdekaan berpendapat yang dilindungi UU 1945 dan piagam PBB soal HAM.

    Setelah sedikit proses analisis, ternyata walaupun sudah disahkan oleh legislative, masih banyak juga yang berpendapat bahwa UU ITE masih rentan terhadap pasal karet, atau pasal-pasal yang intepretasinya bersifat subjektif/individual. Memang UU ini tidak bisa berdiri sendiri, dapat dikatakan bahwa UU ini ada hubungan timbal balik dengan RUU Anti-Pornografi, yang notabene juga sedang gencar-gencarnya dibahas.
  2. UU No. 19 Tentang Hak Cipta serta contoh kasus
    Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.
    Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau "ciptaan". Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.
    Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

    Contoh Kasus :
    PT. MusikIndonesia menerbitkan sebuah lagu yang beraliran melayu. Lagu ini dijual secara luas di masyarakat. 1 bulan kemudian PT. Melayuku juga menerbitkan sebuah lagu yang serupa yang isi lagu itu sama dengan yang dimiliki oleh PT. MusikIndonesia. Tetapi aliran lagunya tidak sama, PT. Melayuku memakai aliran lagu Jazz dan susunan kata yang sedikit dirubah. Sementara itu terbitan lagu PT. MusikIndonesia tidak ada, PT. MusikIndonesia tidak mendaftarkan ciptaannya. PT MusikIndonesia berkeinginan untuk menggugat PT. Melayuku dengan alasan melanggar hak cipta.

Tugas 1 (Etika & Profesionalisme TSI )

Tugas 1 (Etika & Profesionalisme TSI )

02.35 Add Comment
Tulisan mengenai
  1. Pengertian profesionalisme dan kode etik profesional
  2. Jenis-jenis ancaman melalui IT
  3. Kasus-kasus computer crime / cybercrime
Jawab !
  1. Pengertian profesionalisme dan kode etik profesional
    Pengertian Profesionalisme
    Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

    Kode Etik Profesional
    Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat.

  2. Jenis-jenis ancaman melalui IT
    • Unauthorized Access to Computer System and Service
      Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.
    • Illegal Contents
      Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
    • Data Forgery
      Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.
    • Cyber Espionage
      Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran.
    • Offense against Intellectual Property
      Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.
    • Infringements of Privacy
      Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, karakteristik dari setiap ancaman yang muncul kita dapat mudah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang timbul dari ancaman-ancaman tersebut.

  3. Kasus-kasus computer crime / cybercrime

    Kasus 1 :
    Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet.

    Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.

    Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus perbuatan yang dilakukannya.

    Kasus 2 :
    Carding, salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun 2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini, digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, rata-rata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

    Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang. Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.

Penjualan IPad Warnai Kasus Telematika Nasional (Contoh Studi Kasus)

05.49 Add Comment
JAKARTA, (PRLM).- Pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengungkapkan, sejumlah peristiwa menyangkut telematika mewarnai perjalanan sektor tersebut. Ia menyebutkan, hendaknya semua pihak memperhatikan hal-hal tersebut demi kemajuan telematikan nasional ke depan.

Menurut dia, kasus pertama yang menonjol adalah penjualan iPad yang menjadi masalah hukum hanya karena dianggap melanggar peraturan karena tidak ada manual. Jelas suatu alasan yang mengada-ada karena terbukti iPad sudah dilengkapi manual dan bahkan sudah berbahasa Indonesia namun berupa digital, bukan lagi berupa buku.

"Di sini terlihat kemajuan teknologi tidak dapat diikuti dengan baik oleh peraturan pemerintah yang personelnya cenderung gaptek dan bahkan kuper. Spalagi staf ahli yang diajukan kementerian terkait ternyata tidak mengetahui berbagai hal mendasar tentang iPad sehingga pelaku penjual iPad yang seharusnya tidak bersalah harus berhadapan dengan hukum," kata Abah, panggilan akrab Abimanyu dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/1).

Kemudian, dia menyebut kasus RIM yang telah membuat pabrik di Malaysia dan telah operasional, hal ini menjadi isu nasional dimana sekitar September beberapa pejabat terkait seperti menperin MS Hidayat dan Gita Wirjawan (kepala BKPM) menyesalkan hal tersebut, tetapi itu semua disanggah oleh Menkominfo Tifatul Sembiring yang seolah tidak tahu dan merasa yakin RIM belum melakukan itu.

"Padahal kemudian saya menemukan bukti kuat bahwa Kemkominfo telah mensertifikasi produk Blackberry model 9360 keluaran Malaysia per 16 juni 2011. Itu berarti sejak awal Juni 2011 Kemkominfo sudah mengetahui bahwa Blackberry Malaysia sudah diproduksi akan tetapi Kemkominfo (mungkin karena malu) sampai sekarang selalu mengelak setiap isu yang saya angkat seputar hal tersebut," katanya.

Masih soal RIM, kata Abah, dari beberapa agenda tuntutan Kemkominfo yang salah satunya mengenai perlunya pemindahan server RIM ke Indonesia agar memudahkan pemerintah melakukan penyadapan khususnya untuk hal yang terkait kriminal berat seperti korupsi, terorisme dll. Akan tetapi ternyata telah setahun lewat permintaan Kemkominfo tersebut tidak terlalu digubris RIM dan kemkominfo tidak berdaya sama sekali bahkan praktis tidak mampu melakukan tindakan apa pun.

"Hal ini karena memang peraturan terkait penyadapan masih sangat lemah, yakni selain bertentangan dengan UUD 45, ternyata ayat 4 pasal 31 UU ITE terkait hal tersebut telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi sekitar akhir Februari 2011, dengan demikian ketentuan mengenai penyadapan oleh pemerintah semakin lemah," ujarnya.
 

Definisi dan Sejarah perkembangan Telematika

05.37 Add Comment

Defenisi Telematika

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.

Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Sejarah Perkembangan Telematika

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:
  • Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
  • Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
  • Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
  • Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika.
  • Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah.
  • Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.
  • Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.

Ragam bentuk dari telematika, tidak terlepas dari perkembangannya dimasa lalu. Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Tutorial Membuat Media Player dengan JMF

03.33 1 Comment
Sebelumnya apa itu JMF??

JMF adalah salah satu library yang menyediakan player untuk untuk beberapa format multimedia, seperti avi, mpg, mp3, dan beberapa format lain yang didukung oleh JMF. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di dokumentasi dari JMF.

Langkah-langkah pembuatan aplikasi media player adalah sebagai berikut:
1. Buat project baru di netbeans, dan beri nama MediaPlayer.
[Image: 1.JPG]
Klik gambar untuk perbesar
2. Menambahkan sebuah panel baru ke dalam project yang telah di buat. Beri nama panel tersebut dengan MediaPanel. Tambahkan panel tersebut di dalam package mediaplayer.
[Image: 2.JPG]
Klik gambar untuk perbesar

3. Tambahkan Library JMF ke dalam project MediaPlayer.
* Buat sebuah folder dengan nama lib di dalam project MediaPlayer.
* Salinkan seluruh file .jar yang beradaa di dalam direktori lib dari directory JMF yang sudah diekstrak.

4. Setelah itu tambahkan baris program berikut pada MediaPanel.
Code:
public MediaPanel( URL mediaURL ) {
    setLayout( new BorderLayout() );
    Manager.setHint( Manager.LIGHTWEIGHT_RENDERER, true );
    try {
    // create a player to play the media specified in the URL
   Player mediaPlayer = Manager.createRealizedPlayer( mediaURL );
    // get the components for the video and the playback controls
    Component video = mediaPlayer.getVisualComponent();
    Component controls = mediaPlayer.getControlPanelComponent();
       if ( video != null )
       add( video, BorderLayout.CENTER );
       if ( controls != null )
       add( controls, BorderLayout.SOUTH );
       mediaPlayer.start(); // start playing the media clip
    } catch ( NoPlayerException noPlayerException ) {
    System.err.println( "No media player found" );
    } catch ( CannotRealizeException cannotRealizeException ) {
        System.err.println( "Could not realize media player" );
         } catch ( IOException iOException ) {
        System.err.println( "Error reading from the source" );
       }
     }
5. Setelah itu tambahkan baris program berikut ke dalam MediaPlayer.
Code:
public static void main(String[] args) {
    // TODO code application logic here
    // create a file chooser
    JFileChooser fileChooser = new JFileChooser();
    // show open file dialog
    int result = fileChooser.showOpenDialog( null );
    if ( result == JFileChooser.APPROVE_OPTION ) { // user choose a file
    URL mediaURL = null;
    try {
    // get the file as URL
    mediaURL = fileChooser.getSelectedFile().toURL();
    } catch (MalformedURLException malformedURLException) {
    System.err.println( "Could not create URL for the file" );
    }
    if ( mediaURL != null ) { // only display if there is a valid URL
      JFrame mediaTest = new JFrame( "Media Player" );
      mediaTest.setDefaultCloseOperation( JFrame.EXIT_ON_CLOSE );
      MediaPanel mediaPanel = new MediaPanel( mediaURL );
      mediaTest.add( mediaPanel );
      mediaTest.setSize( 300, 300 );
      mediaTest.setVisible( true );
     }
   }
}
6.tambahan kemudian klik kanan pada Libraries => add jar/folder => kemudian blok jar yang ada di folder lib yang telah kita tambahkan..
[Image: tambahan.JPG]
Klik gambar untuk perbesar


7. Pastikan semua error sudah tidak ada lagi. Dan jalankan program, pilih video yang akan dijalankan
[Image: 3.JPG]
Klik gambar untuk perbesar

[Image: 4.JPG]
Klik gambar untuk perbesar


Agar dapat di pelajari lebih lanjut bisa langsung ke http://code.google.com/p/sjmp/

untuk download pathnya MediaPlayer.rar

semoga dapat bermanfaat buat temen"..!!!

maaf apabila masih banyak kekurangan dan silahkan untuk di modif sesuka hati

wassalamulaikum wr wb

Devilzc0de Nusantara Gathering & National Workshop (DC feat PERMIKOMNAS)

02.12 Add Comment

Seperti biasa, memasuki Awal Tahun Devilzc0de kali ini kembali menyelenggarakan Gathering Komunitas. Di Gath kali ini agak berbeda, karena kita bekerjasama dengan Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Ilmu Komputer Nasional (PERMIKOMNAS).

Di Gathering Nusantara ini akan hadir kawan2 Mahasiswa IT dari Universitas yang tersebar di Indonesia dan tentu saja devilzc0ders di penjuru negeri.. ketawa

Simak Info nya ya :

Pelaksanaan :
Sabtu, 30 Maret 2013, Kampus Universitas Dr. Hamka (UHAMKA) Pasar Rebo, Jakarta. Pukul 08.00-21.00

Pembicara :
  • Onno Purbo (Pakar IT Indonesia)
  • Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat (Pakar Telematika Indonesia)
  • Andi Santoso (Direktur Sumber Data Indonesia)
  • Cofin Petimati (Dua Teknologi - Founder Devilzc0de)
  • Zee letjen (Security Online-Warung Data)
  • I. Denny S (Founder Web Data Solusindo)
  • Iman Abdul Gofur (Pendiri I-Flovey Design)
  • Awan Atmadja (Multiply Security)
ACARA :
  • Workshop "Pendidikan IT, Open Source & Technopreneurship" untuk Generasi Indonesia oleh Pakar-Pakar IT Indonesia.
  • Talkshow oleh Pengusaha IT Muda Indonesia.
  • Demo Security oleh devilzc0de Team.
  • Pembukaan Pendaftaran Beasiswa IT Jakarta 2013 (supported by STMIK Eresha Jakarta).
  • Pendaftaran Kunjungan Studio Design I-Flovey Bandung (Presentasi Founder dan Lembang Dinner).
  • Bagi-bagi 2TB Files Koleksi Belajar Kang Onno Purbo dan Devilzc0de Hacking + Programming Modul.
  • Gathering Komunitas dan Mahasiswa IT se-Indonesia.
  • Stand Merchandise Komunitas dan Kampus IT Mu (T-shirt, Jacker, Mug, Sticker, dll).
  • Cofee Break dan Silahturahmi dengan Speakers dan Founder Komunitas IT Indonesia.
Info and Famplet :
 ./rex, Begenk Newbie, root31 (DC Event Team) dan nisan, genta, mendung (DC Ambassadors)
Twitter : @Nofia_Fitri @devilzc0de @PERMIKOMNAS (Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan komputer Nasional)

Pendaftaran :
Registrasi 50 Ribu per Mahasiswa/Pelajar dan 75 Ribu untuk Umum (inc: Breakfast, Lunch, Cofeebreak, Sertificate, DC Modul, Speakers Moduls).

Registrasi DISINI

NB: Free Dinner Kawan2 Komunitas/Mahasiswa Peserta Gathering 2013, berikut Penginapan Mahasiswa utk yg datang dari Luar Kota (info Panitia).


UPDATE
---------

Daftar Peserta WORKSHOP & GATHERING NASIONAL

| |
Demi kelancaran dan kenyamanan seluruh pihak baik panitia maupun peserta, maka aku selaku salah satu panitia akan meng-update para peserta yang sudah melakukan registrasi. Update ini dilakukan setiap  hari pukul 15.00 WIB.
Daftar peserta WORKSHOP & GATHERING NASIONAL :

  1. Abbas
  2. Abdul Hamid
  3. Abdul Kohar
  4. Adang Wihanda
  5. Ade Hasanudin
  6. Ade M. Suhendar
  7. Adi Kurniawan
  8. Afif Abdul Aziz
  9. Agus Rudyanto Lumban Tobing
  10. Ahmad Firdha Shafridhi
  11. Ahmad Junawi
  12. Ahmad Maruf
  13. Akhmad Fauzi
  14. Aldi Ardianto
  15. Ali Iskandar
  16. Andy Cahyadi
  17. Asif Syaiful Anas
  18. Aulia harnamita
  19. Badai Samoedra
  20. Bagas Purwohandoyo
  21. Benny Syahputra
  22. Budi prasojo
  23. Budi Wibowo
  24. Cahyadi Agus Saputro
  25. Cahyo Trisnantoo
  26. Christian Ditaputratama
  27. Daniel Andrian
  28. Dea Putri Asmarani
  29. Denis Agustina
  30. Destio Angga Laksono
  31. Dhaniel Ersanda Putra
  32. Dhedy Suhendra
  33. Dian Hendriyana
  34. Dian Puspitasari
  35. Dimas Kusuma Adi Saputra
  36. Dimas Prayogo
  37. Dony Riyanto
  38. Dyan Tejomurti
  39. Echo Wahana Marciano Simanjuntak
  40. Eko Ariwibowo
  41. Enrico Didi Fransman
  42. Esan Novebri Gushakiki
  43. Esty
  44. Evi Kurniawati
  45. Fachmy Said
  46. Fajar Iswahyudi
  47. Fakhria Nur Shabrina
  48. Faradiva Arrendah
  49. Fariz Rizaldy
  50. Fathan Rayhan Haq
  51. Fikri Mujahid
  52. Firman Hendrad Hardy F
  53. Fitri Nur Khoriyah
  54. Fransiskus Ernes
  55. Friska Novita
  56. Genta Apriansyah
  57. Hambali
  58. Haries Yoga Pratama
  59. Haris Meifajri
  60. Hendra Lesmono
  61. Ilman Handoko
  62. Indra Wahyu Adzkananda
  63. Indra Wiradinata K
  64. Jhon Edward Pakpahan
  65. Ketem
  66. Lita Nurlaelati
  67. Lukhis Dahri
  68. M. Habiburachman
  69. Mario Firmansyah
  70. Miptahul Ulum
  71. Moch Mufiddin
  72. Muhamad Ekhsan
  73. Muhamad Nur Arifin
  74. Muhamad Yasir Hanafi 
  75. Muhammad Ikhsan Rifky Qusyairi
  76. Muhammad Indra Gani
  77. Muhammad Ridwan Fauzy
  78. Muhammad Ridwan Madani
  79. Muhammad Rizky Cahaya
  80. Muharam
  81. Mustika Aditya
  82. Nanda Tri Atmaja
  83. Nehemia Relawan Waruwu
  84. Noftra Rolly
  85. Noftra Rolly
  86. Noprytry Kurniwan Kase
  87. Panji Nur Imanto
  88. Purnomo Kahar
  89. Putra Andy
  90. Rahmat
  91. Raja Rizqi Ramadhan
  92. Ramdhan Afrizal
  93. Rangga Setiaga
  94. Razif Gaban
  95. Regie Imam Prabowo
  96. Rian Novandi
  97. Ridwan Hawafi Zakaria
  98. Rinaldi Saputra
  99. Rino Alfian
  100. Riyan surya pratama
  101. Riyano Ernowo
  102. Rizaldy Eka Jaya
  103. Rizqi Muh Al Hakimi
  104. Rudi Abrar
  105. Rustamin
  106. Ryan Kurniawan
  107. Solihat
  108. Sonityo Danang Jaya
  109. Teguh
  110. Teguh Imam Santoso
  111. Teuku Alfian Pase
  112. Tezar Aditya
  113. Tomi Irawan
  114. Vendik Triatmiarto
  115. Wulan Nafesa Septine
  116. Yanuar Rahman Danu
  117. Yohanes Agustinus Winardi
  118. Yuniati
  119. Zenal Anwar Fatoni

Catatan :
Nama - nama yang berwarna merah merupakan peserta yang sudah melakukan pembayaran dan mengirim bukti pembayaran
Bagi para peserta yang sudah melakukan registrasi, silakan melakukan pembayaran via transfer ke 
1254-01-001755-50-1 (BRI) a.n Kartisius Karyuto Mbeu
Sebesar :
  • Rp 50.000 (Mahasiswa)
  • Rp 75.000 (Umum)
Bagi peserta yang sudah melakukan pembayaran, silakan upload bukti pembayaran (transfer) ke permikomnas.ri@gmail.com
PENDAFTARAN DITUTUP PADA TANGGAL 16 MARET 2013 PUKUL 00:00 WIB
BATAS PENGIRIMAN BUKTI PEMBAYARAN PALING LAMBAT TANGGAL 23 MARET 2013 PUKUL 00:00 WIB

KUOTA : 400 PESERTA

Jim Geovedi: Hacker Indonesia yang bisa Meretas Satelit

09.13 Add Comment

Seorang hacker Indonesia membangun reputasi dunia. Dia terkenal karena bisa meretas satelit.
Jim Geovedi adalah orang yang berbahaya. Pada masa ketika nyaris semua informasi dan manusia terkoneksi, Jim, jika dia mau, bisa setiap saat keluar masuk ke sana: melongok percakapan surat elektronik atau sekedar mengintip perselingkuhan anda di dunia maya.

Lebih dari itu, dia bisa saja mencuri data-data penting: lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara.

“Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,“ kata Jim dalam percakapan dengan Deutsche Welle. Saat saya tanyakan itu kepada pengamat IT Enda Nasution, dia mengaku percaya Jim Geovedi bisa melakukan itu.

Saya memilih percaya dan tidak mau menantang Jim untuk membobol situs Deutsche Welle.
Dia adalah hacker Indonesia dengan reputasi global: hilir mudik Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow menjadi pembicara pertemuan hacker internasional yang sering dibalut dengan nama seminar sistem keamanan. Dalam sebuah pertemuan hacker dunia, Jim memperagakan cara meretas satelit: ya, Jim bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa anda lihat di Youtube.

Jim Geovedi sejak 2012 pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya. Dia menangani para klien yang membutuhkan jasa pengamanan sistem satelit, perbankan dan telekomunikasi. Dua tahun terakhir, dia mengaku tertarik mengembangkan artificial intelligence komputer.

Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. Dalam wawancara, Jim lebih suka menganggap dirinya “pengamat atau kadang-kadang partisipan aktif dalam seni mengawasi dari tempat yang jauh dan aman.“

Tidak, Jim bukan lulusan sekolah IT ternama. Lulus SMA, Jim menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung sebagai seniman grafis. Beruntung seorang pendeta memperkenalkan dia dengan komputer dan internet. Sejak itu, Jim Geovedi belajar secara otodidak: menelusuri ruang-ruang chatting para hacker dunia.

Deutsche Welle
Apa saja yang pernah anda hack?
Jim Geovedi
Saya tidak pernah menghack…kalaupun ya, saya tidak akan mengungkapkannya dalam wawancara, hehehe. Tapi saya banyak dibayar untuk melakukan uji coba sistem keamanan. Saya punya konsultan perusahaan keamanan untuk menguji aplikasi dan jaringan. Klien saya mulai dari perbankan, telekomunikasi, asuransi, listrik, pabrik rokok dan lain-lain.

Deutsche Welle
Bagaimana anda membangun reputasi sebagai hacker?
Jim Geovedi
Saya tidak memulai dengan menghack sistem, kemudian setelah terkenal membuka identitas dan membangun bisnis sistem keamanan. Sejak awal, saya lebih banyak bergaul dengan para hacker dunia ketimbang Indonesia, dan dari sana saya sering diundang menjadi pembicara seminar atau diwawancara media internasional. Beberapa tahun setelah itu saya mulai diperhatikan di Indonesia. Tahun 2004, saya diminta membantu KPU (saat itu data pusat penghitungan suara Pemilu diretas-red) yang kena hack. Saya disewa untuk mencari tahu siapa pelakunya (seorang hacker bernama Dani Firmansyah akhirnya ditangkap-red). Ketika wireless baru masuk Indonesia tahun 2003, saya sudah diminta menjadi pembicara di Kuala Lumpur tentang bahaya sistem itu. Tahun 2006, saya diminta menjadi pembicara isu sistem keamanan satelit, dan itu yang mungkin membuat nama saya naik.

Deutsche Welle
Apakah anda bisa menghack satelit?
Jim Geovedi
Ya bisa, satelit itu sistemnya cukup unik. Orang yang bisa mengontrol satelit harus tahu A sampai Z tentang isi satelit. Dan satu-satunya cara adalah anda harus masuk ke ruang operator atau berada dalam situasi kerja sang operator (dengan meretasnya-red). Dari sana anda akan memahami semua hal: satelit ini diluncurkan kapan, bagaimana cara kontrol, sistem apa yang digunakan. Setelah itu anda akan bisa memahami: oh di sini toh kelemahan sistemnya. Itu semua total insting. Semakin sering anda mempelajari kasus, jika berhadapan dengan kasus lain, anda akan bisa melihat adanya kesamaan pola. Kalau anda sudah melihat kesamaan pola, maka anda akan tahu.

Deutsche Welle
Satelit mana saja yang pernah anda hack?
Jim Geovedi
Hahaha…saya harus berada di lingkungan operatornya.

Deutsche Welle
Tapi anda bisa masuk ke lingkungan itu dari jarak jauh (meretas-red) kan?
Jim Geovedi
Hahaha, untuk satu atau dua kasus itu bisa dilakukan.

Deutsche Welle
Satelit mana yang anda hack?
Jim Geovedi
Itu satelit klien saya hahaha…satelit Indonesia dan satelit Cina.

Deutsche Welle
Apa yang anda lakukan dengan satelit itu?
Jim Geovedi
Saat itu saya diminta menguji sistem keamanan kontrol satelit, dan saya melihat: oh ini ada kemungkinnan untuk digeser atau dirotasi sedikit… lalu ya saya geser…dan itu membuat mereka panik karena agak sulit mengembalikan satelit itu ke orbit. Untung mereka punya bahan bakar ekstra. Mereka bilang: oke cukup jangan diteruskan. Satelit yang dari Cina bisa saya geser tapi kalau yang dari Indonesia saya ubah rotasinya.

Deutsche Welle
Dengan kemampuan seperti ini, bagaimana anda mengatasi godaan?
Jim Geovedi
Kalau mau, saya bisa mengontrol internet seluruh Indonesia. Saya bisa mengalihkan traffic (lalu lintas data-red), saya bisa mengamati traffic yang keluar ataupun masuk Indonesia. Saya bisa memodifikasi semua transaksi keuangan…dengan kapasitas saya itu mungkin saja dilakukan. Tapi buat apa? Saya termasuk orang yang bersyukur atas apa yang saya punya. Saya nggak punya interest berlebihan soal materi.

Menganalisi sebuah website / Situs berdasarkan 5 attribut

01.17 1 Comment
Mungkin pada zaman sekarang kata web itu sudah menjadi bahan pembicaraan yang tak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Web yang merupakan sekumpulan halaman-halaman situs yang menampilkan berbagai informasi yang dapat diakses melalui jaringan internet. Pada kesempatan kali ini saya akan menganalisis sebuah website Cyber4rt  berdasarkan 5 atribut sebagai berikut yaitu :




  • Textual Content (Isi Tekstual)

    Isi dari web Cyber4rt tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan user. Penyajian informasi sudah jelas dan lengkap dengan berita yang terupdate dari berita nasional hingga internasional dalam berbagi bidang politik, olahraga, bisnis dan keuangan, pengetahuan, dll. Memudahkan user dalam memperoleh informasi yang akurat sesuai dengan keinginan user. Berita-berita yang disajikan oleh web Cyber4rt selalu ter-up-date. Hal ini juga dapat dilihat dari terteranya hari, tanggal, bulan, tahun, dan jam pada masing-masing berita yang disajikan.

  • Graphic Design (Desain Grafis)

    Tampilan web tersebut sudah cukup menarik sehingga dapat menimbulkan minat para pembaca untuk membuka web tersebut. Perancang web ini sudah memberikan konsep yang baik. Sesuai dengan tujuannya yakni untuk memberikan informasi dan berita yang nyata, akurat dan up to date. Semua komponen yang terdapat di dalam web ini sudah cukup jelas bagi user karena menu yang disajikan sudah membuat para pembaca web ini dapat mengerti isi dari berita yang di sampaikan. Dengan tampilan halaman web tersebut, setiap user dapat mengakses menu apapun dengan ukuran dan menu yang tidak berubah / konsisten. Setiap warna dari background selalu sama. Sehingga membuat user tidak bingung mencari menu pada setiap halaman yang berbeda. pada web Cyber4rt, jenis huruf, ukuran dan warnanya standar. Tetapi pembaca atau user dapat membaca dengan jelas isi dari berita tersebut.

  • Navigation (Navigasi – Alur Menu)

    Navigasi pada web ini dibuat selengkap mungkin guna memudahkan user dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Pada web ini navigasinya juga konsisten untuk setiap halaman web. Pada halaman utama, kita sebut index memuat menu-menu pokok yang bersifat umum sehingga pengunjung bisa langsung masuk ke halaman yang dimaksud.

  • Structure (Struktur Web)


    Header atau bagian atas berisi logo web tersebut dan navigasi utama tersebut. Footer atau bagian bawah berisi copyright dan informasi level dua yang tidak terlalu penting namun perlu. Content atau isi website ini kadangkala juga berisi navigasi level dua. Isi conten web Cyber4rt ada kurang lebih  20 macam, sudah dipastikan membutuhkan navigasi di dalam content ini, tempatnya boleh di sisi kiri atau sisi kanan. Tetapi saya pribadi lebih suka sisi kiri karena masalah kebiasaan di Indonesia, membaca dari kiri ke kanan.

  • Links (Penghubung ke halaman lain)
    Link Aktif

    Link Hover


    Cyber4rt memiliki link-link yang merujuk ke halaman web lain berkenaan dengan topik yang sama dengan yang disajikan. Hal ini menyebabkan pembaca merasa senang karena dapat memilih web yang memiliki topik yang diinginkan.

Be A hacker Not Cracker

22.36 Add Comment


Hacker and Himself

#1
Waktu cewek gue ngadu kalau FB nya di hacked orang, yang gue lakuin bukan lantas ngehack balik tuh orang melainkan masang sistem keamanan ganda dilaptop cewek gue dan modifikasi sistem security FB nya. Ngebales serangan tsb dengan cara yg sama cuma wasting-time, bakal nunjukin kalau gue gk beda jauh sama tuh orang, punya kemampuan dibawah standar trus ngisengin orang. (Kalau gue yg jadi ceweknya, gue bakal nyalihin cowok gue yang gagal memproteksi account FB gue!!!).
#2
Sial website pribadi gue dihacked, trus berusaha giat untuk pembalasan dendam. Dont be stupid!!!, yang harus dilakukan adalah membangun sistem keamanan baru dengan mempelajari kelemahan-kelemahan yang berhasil ditembus penyerang. Cyber War is not such a stupid thing, it's about how to raising your ability and knowledge through experience, your enemies are those people who mastery the informations, keep them as secret and put so much restriction on internet freedom. Musuhmu adalah hasrat untuk menjaili orang lain dan melakukan tidakan-tindakan negatif untuk kepentingan pribadi merugikan orang lain.
#3
Gak pernah ngisengin komputer `tetangga.' Kenapa mesti menjadikan orang `awam' teknologi sebagai kobran, sama sekali gk ada tantangannya dan gak bertanggungjawab. Kalian cuma membuang-buang waktu mengerahkan kemampuan untuk hal-hal iseng dan gk berguna. Dengan mengobrak-abrik privacy orang lain, hacker tidak jauh berbeda dengan wartawan2 gosip di TV2. Gue lebih milih nebus pertahanan JESTOR, Google Books, etc buat dapetin buku and artikel yang bisa gue bagi-bagiin ke kawan2 cyber. Lebih milih bikin hidden account baru diperpustakaan2 Universitas beken di dunia macem Cambridge, Harvard, ANU, MIT, supaya bisa ngakses informasi-informasi cerdas dan berguna buat ningkatin kemampuan.




Hacker and Society
#4
Masih ada yang nanya gimana cara nge-deface web pribadi org lain and masih ada yg nanya gimana cara nyuri password FB, Yahoo, etc org lain, dont be silly you idiot!!! Tujuannya Cuma buat iseng and nguji kemampuan, what a pity. Silahkan uji kemampuan kawan sendiri dengan permittion, kalian bisa belajar banyak dari membangun persekawanan yang positif, and keep on your track. Kalau emang mau disebut keren ikutin gaya hacker gaul Inggris yang nge-deface lebih dr 300 website dan nyisipin pesan anti nuklir, that was awasome!
#5
Cari duit gratis, ngumpulin dolar and belanja pake kartu kredit orang (even bukan punya orang Indonesia) you're not a hacker, you're a muger!! You stupid carder!!. Apa bedanya sama mencuri or ngerampok. Setiap kejahatan diakumulasi dan gk ada satu hal pun yang tidak meperoleh ganjaran kelak. Gak ada cerita carder jadi kaya terus hidup seneng dengan hasil jarahannya, yang ada jadi penghuni penjara. Kalau Anonops berhasil dengan memberi pelajaran untuk VISA, om dan paypai, yang mereka lakukan adalah memberi pelajaran tentang prinsip keberpihakan capital pada kekuasaan konspirasi dan memperjuangkan Internet Freedom.
#6
Pihak Rektorat dalam waktu dekat akan mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan mahasiswa memenuhi kehadiran dikelas 90 % untuk syarat lulus MK dan minimal grade C. Gak ada cara lain selain nge-hack website kampus, gue pilih site defacement dengan menyusupkan pesan kalau kecerdasan seseorang gak bisa diukur dari kehadiran dikelas sementara mereka jauh lebih bisa mengeksplorasi pengetahuan dan skill diluar wajib absensi.
#7
Salah satu produk `kondom' mempromosikan produk barunya dengan membagi-bagi secara bebas produknya di jalan-jalan dan melakukan poling diwebsite yang isinya mengukur tingkat partisipasi generasi muda dalam penggunaan pengaman dalam hubungan seksual mereka. STUPID, MORON!!! Kampanye merusak generasi MUDA untuk mendorong mereka melakukan seks bebas, GET LOST YOU KONDOM!!!


Hacker and Politics


#8
Pengadilan yang isinya mafia-mafia rakus duit ngejatuhin hukuman ke bokap gue karena dituduh spionase pemerintah. Kekuasaan konspirasi akhirnya ngebawa bokap ngedekem di penjara padahal yang gue tahu beliau adalah aktivis politik yang sesungguhnya berteriak untuk keadilan dan kesejahtraan rakyat dengan mengkritisi penguasa. Hack sistem keamanan penjara yang terkomputerisasi!!!! Kantor-kantor polisi yang korup!! dan pengadilan yang `mucikari' alias pelacur hukum kelas elit (Plus..hack hidup dan matinya para koruptor, kejar mereka sampe pintu neraka, musnahkan dan buat mereka melebur di dunia maya!!! Gantung Gayus pake kabel Optik trus kubur jasad busuknya di selat Jawa, siapa tahu akses internet lebih baik)
#9
Ganyang Malaysia!! Kampanye hacker Indonesia yang sesungguhnya mengibarkan bendera perang. Hacking politik (Hacktivism) adalah suatu tindakan dimana kemajuan teknologi dalam hal kemampuan teknis komputer digunakan untuk menyisipkan pesan-pesan humanity (kemanusiaan) -anti penindasan anti totalitalitarian, global justice, HAM dan dunia masa depan yang damai tanpa perang tanpa nuklir, bukan sentimen nasionalisme dengan mengibarkan bendera perang seolah menguji kemampuan siapa yang lebih hebat. Menjadi anak muda yang nasionalis adalah mereka yang terus belajar dan siap mengerahkan kemampuannya untuk menghancurkan `kebodohan' anak-anak bangsa, mereka yang siap mengkontribusikan kemampuannya untuk memajukan dunia IT tanah air dan mengkampanyekan melek teknologi sampai ke pedalaman.
#10
Waktu lagi surfing bebas gue nemuin titik kelemahan sistem keamanan komputer badan inteligen satu negara penguasa yang menjadi arus komunikasi lintas dunia. Intinya mereka sedang mengembangkan senjata nuklir untuk menciptakan tatanan dunia masa depan dibawah kekuasaan negara-negara rakus. leack datanya dan kirim ke wikileaks (Hahaha…kalau yg ini beresiko tinggi hanya dilakukan oleh yang berpengalaman dont try this at your computer!!!).

Hacking Adalah Kreativitas, Seni

09.38 2 Comments


Banyak yang beranggapan bahwa seni meretas atau hacking identik dengan penggunaan komputer. Bagaimana tidak? Film-film bernuansa teknologi seperti The Social Network dan Hackers menunjukkan proses hacking yang selazimnya dilakukan para ahli dengan menggunakan komputer sebagai media meretas. Pendiri IDC Indonesia, Johar Alam Rangkuti, punya sudut pandang lain dalam melihat hacking.

Saat tim Yahoo! Indonesia mengunjungi kantor IDC Indonesia pada Selasa, 20 Desember 2011 lalu, Johar bercerita mengenai pertama kali dia mendapat inspirasi hacking, “Kisah hacking saya pertama adalah sekitar tahun 1977, saat pertama kali mendapatkan komputer Radio Shack TRS-80 Model 1. Tapi bukan dengan komputer itu saya melakukan hacking.”

Johar mengisahkan bahwa keingintahuannya terhadap komputer tersebut memancing dia untuk membaca majalah Creative Computing, media yang membawanya masuk ke alam komputasi dengan referensi teknis mendalam. “Itu adalah pertama kalinya saya memegang komputer. Saya tak tahu mau belajar dari mana, tidak ada yang bisa mengajarkan saya menggunakan itu. Maka saya cari cara untuk mempelajarinya.”

Johar bernostalgia, “Saya melihat ayah membayar tagihan restoran dengan kartu kredit. Di situ dia hanya menandatangani struk yang sudah ada nomor kartu kreditnya. Saya pikir, tidak mungkin provider kartu tersebut di luar sana melacak tanda tangan ayah saya. Maka saya memesan majalah tersebut dengan ‘mencuri’ nomor kartu kredit ayah dan memalsukan tanda tangannya. Sebulan kemudian majalah Creative Computing berdatangan ke rumah saya.”

Pria eksentrik yang menyebut dirinya sebagai “tukang internet” ini menambahkan, “Yang saya tekankan dari keberhasilan saya mendatangkan majalah tersebut bukan karena proses mencuri nomor kartu kredit, tapi dengan bagaimana Anda berkreasi terhadap apapun. Hacking itu murni kreativitas.”

Johar yang juga merupakan pendiri jaringan interkoneksi nasional IIX ini menyebut MacGyver sebagai ‘hacker’ favorit, “Orang itu gila. Dia bisa membuat apapun menjadi benda dengan fungsi yang sangat berbeda dari asalnya.” Hacking, baginya tidak selalu membutuhkan komputer sebagai media, namun seberapa jauh orang itu berkreasi atas sesuatu di sekitarnya.

Tapi tidak bisa disangkal, kemampuan hacking, seperti menerobos jaringan, membuat para hacker Indonesia juga sempat terlibat dalam perang dunia maya yang sifatnya besar dan Johar pun terlibat di dalamnya untuk menjadi salah satu ‘tentaranya’ tersebut. “Ada dua perang terbesar yang saya dan teman-teman internet di Indonesia alami. Pertama adalah perang melawan China pada tahun 1998 dan melawan orang-orang di Irlandia pada 1999.” Johar mengisahkan bahwa tak jarang isu politik merupakan latar belakang terjadinya perang di internet. “Berbagai jenis serangan seperti pelumpuhan jaringan sampai perusakan perangkat keras dari jauh terjadi saat itu.”

Walau terlibat di dalam perang dunia maya tersebut, Johar menekankan, “Hacking ‘kan murni kreativitas. Sesuatu yang merusak bagi saya tidak tergolong hacking.”

Source Code : XXX